Monday, 17 December 2012

MAKALAH SIRKULASI DAN PEMBULUH DARAH


PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
      Peredaran darah janin berbeda dengan orang dewasa,hal ini dikarenakan, pada janin organ vital untuk metabolisme masih belum berfungsi. Organ tersebut adalah paru janin dan alat gastrointestinal yang seluruhnya diganti oleh plasenta.Dalam sirkulasi darah janin ini diperlukan beberapa faktor untuk berlansungnya sirkulasi darah pada janin diantaranya adalah foramen ovale, duktus arteriosus bothalii, duktus venousus aranthii, vena umbilikalis, arteri umbilikalis dan plasenta .Namun setelah janin lahir sirkulasi darah janin akan berubaha pada saat bayi lahir dan menangis,hal ini akan dapat meberikan perubahan pada organ paru dimana paru-paru mulai berkembang dan aliran darah akan berubah pada sirkulsi pada orang dewasa.Selanjutnya didalam tubuh manusia memiliki jantung yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh.Dalam tubuh manusia, darah mengalir ke seluruh bagian (organ-organ) tubuh secara terus menerus untuk menjamin suplay oksigen dan zat-zat nutrien lainnya.Agar organ-organ tubuh tetap dapat berfungsi dengan baik.Aliran darah keseluruh tubuh dapat berjalan berkat adanya pemompa utama yaitu jantung dan sistem pembuluh darah sebagai alat pengalir atau distribusi.
      B.  Rumusan Masalah
1.     Bagaimana proses sirkulasi darah janin?
2.     Bagaimana proses sirkulasi darah janin setelah lahir?
3.     Apa saja proses dalam menentukan sirkulasi darah janin?
4.     Apa saja komponen penting dalam sirkulasi darah ?
5.     Bagaimana sistem sirkulasi darah?
6.     Apa saja struktur bagian jantung?

A.   Tujuan
1.     Agar kita dapat mengetahui sirkulasi darah janin.
2.     Agar kita dapat mengetahui sirkulasi darah janin setelah lahir.
3.     Mengetahui fungsi paru-paru janin.
4.     Agar kita dapat mengetahui sirkulasi darah.
5.     Fungsi jantung.
6.     Dapat mengetahui komponen penting dalam sirkulasi darah.
7.     Mengetahui sistem dan struktur bagian dari jantung.



PEMBAHASAN
A.Sirkulasi Darah Janin
    Sirkulasi darah janin dalam rahim tidak sama dengan sirkulasi darah pada bayi, anak dan orang dewasa. Pada janin organ vital untuk metabolisme masih belum berfungsi. Organ tersebut adalah paru janin dan alat gastro intestinal yang seluruhnya diganti oleh plasenta. Dengan tidak berfungsinya mekanisme tersebut,harus terdapat mekanisme yang berfungsi sebagai alat ganti untuk: adlie.web.id
1. Paru Janin
Terjadi pergantian O2 dengan CO2 melalui plasenta sehinggga paru-paru tidak memerlukan aliran darah

2.Gastrointestinal
Gastro intestinal yang belum berfungsi sebagai alat penyerapan nutrisi,maka pembuluh darah
nya belum berfungsi, kecuali pada janin digunakan untuk tumbuh kembang sendiri.
Perbedaan antara sirkulasi darah janin intra uterine dan ekstra uterine
antara lain adalah :
1.     Aliran darah arteri pulmonalis dari ventrikel kanan,darahnya akan dialirkan menuju aorta melalui arteri duktus Bothali.
2.     Darah dari vena umbilikalis melalui liver langsung menuju vena cava inferior melalui duktus venous aranthi.
3.     Darah dari vena cava inferior menuju jantung sebagian langsung menuju atrium kiri melalui foramen ovale
4.     Sebagian menuju ventrikel kiri dan selanjutnya ke aorta sebagian besar digunakan untuk konsumsi O2 dan nutrisi susunan saraf pusat jantung .






http://3.bp.blogspot.com/_lTnD2XSHL1U/TEBnxiF2t1I/AAAAAAAAACQ/b-qpoCfOOjk/s320/kehamilan-minggu-20.jpg
Faktor-faktor yang Menentukan Sirkulasi Darah Janin:
a. Foramen Ovale
• Lubang antara atr
ium kanan dan atrium kirifadlie.web.id
• Aliran darahnya : atrium kanan kiri
• Setelah janin lahir akan menutup

b. Duktus Arteriosus Bothali
• Pembuluh yang menghubungkan arteri pulmonalis dengan aorta
• Menutup setelah lahir

c. Duktus venousus Aranthii
• Pembuluh yang berada dalam hepar menuju vena cava inferior
• Menutup setelah lahir

d. Vena Umbilcalis
• Berjumlah dua buah
• Membawa zat makanan dan O2 dari sirkulasi darh ibu ( plasenta ) ke peredaran
   darah janin
e. Arteri Umbilicalis
• Berjumlah dua buah
• Membawa sisa zat makanan dan CO2 dari janin ke sirkulasi darah ibu
• Pembuluh darah yang menghubungkan vena umbilikalis dengan vena cava inferior

f. Plasenta
• Jaringan yang menempel pada endometrium
• Tempat pertukaran antara darah janin dengan darah ibu .


Proses Sirkulasi Darah Janin ( Fetus )
1.     Darah janin dialirkan ke plasenta melalui aa umbilicalis yang membawa bahan makanan yang berasal dari ibu .
2.     Darah ini akan masuk ke badan janin melalui vena umbilikalis yang bercabang dua setelah memasuki dinding perut janin .
3.     Cabang yang kecil akan bersatu dengan vena porta,darahnya akan beredar dalam hati dan kemudian dianggkut melalui vena cava hepatica kedalam vena cava inferior. Dan cabang satu lagi ductus venusus aranthii,akhirnya masuk ke vena cava inferior. Sebagian O2 dalam darah vena umbilikalis akan direabsorbsi sehingga konsentrasi O2 menurun .
4.     Vena cava inferior, langsung masuk ke atrium kanan, darah ini merupakan darah yang berkonsentrasi tinggi nutrisi dan O2 yang sebagian menuju ventrikel kanan dan sebagian besar menuju atrium kiri melalui foramen ovale.
5.     Dari ventrikel kanan masuk ke paru-paru,tetapi karena paru-paru belum berkembang maka darah yang tredapat pada arteri pulmonalis dialirkan menuju aorta melalui ductus arteriosus Bothalli. Darah yang ke paru-paru bukan untuk pertukaran gas tetapi untuk memberi makanan kepada paru-paru yang sedang tumbuh.fadlie.web.id
6.     Darah yang berada di aorta disebarkan ke alat-alat badan,tetapi sebelumnya darah menuju ke aa.hypogastricae ( cabang dari arteri iliaca comunis ) lalu ke aa. Umbilicalles dan selanjutnya ke plasenta.
7.     Selanjutnya sirkulasi darah janin akan berulang kembali. Menerima nutrisi dan O2 dari plasenta melalui ductus venousus aranthii, menuju vena cava inferior yang kaya akan O2 dan nutrisi .

http://4.bp.blogspot.com/_lTnD2XSHL1U/TEBkEEn9bqI/AAAAAAAAACI/E9t39I6asek/s320/sirkulasi+janin.jpg

Sirkulasi Darah Janin Setelah Lahir
Pada saat persalinan sebahagian besar bayi langsung menangis maka akan terjadi perubahan besar terhadap sirkulasi darah, diantaranya adalah :
1. Paru-paru berkembang dengan sempurna dan langsung dapat berfungsi untuk pertukaran O2 dan CO2. Akibat perkembangan paru-paru terjadi perubahan sirkulasi darah diantaranya adalah :
  • Arteri pulmonalis kini langsung mengalirkan darah ke paru sehingga ductus arteriosus Bothalli akan menutup .
  • Perkembangan paru-paru menyebabkan tekanan negatif pada atrium kiri,karena drah diserahkan langsung oleh ventrikel kanan dan dialirkan menuju paru-paru yang telah berfungsifadlie.web.id
  • Akibat tekanan negatif pada atrium kanan, foramen ovale akan menutup dengan sendirinya,dan tidak lagi menjadi tempat aliran darah menuju atrium kiri.
2. Pemotongan Tali Pusat                                
  • Tali pusat di potong setelah bayi menangis dengan nyaring sehingga akan menambah jumlah darah bayi sekitar 50 % .
  • Dengan dilkaukannya pemotongan tali pusat berarti perubahan sirkulasi pada bayi telah berubah menjadi sirkulasi orang dewasa.
B.  Sistem Sirkulasi Darah
Sirkulasi pembuluh darah terdiri dari :
1.    Jantung
Jantung yang berfungsi sebagai pompa yang melakukan tekanan terhadap darah agar timbul gradien dan darah dapat mengalir ke seluruh tubuh
  Ruang Jantung
-          Atrium (dipisahkan oleh septum intratrial)
a.      Atrium dekstra terletak dalam bagian superior kanan jantung, menerima darah dari seluruh jaringan kecuali paru. Vena cava superior dan Inferior membawa darah dari seluruh tubuh ke jantung. Sinus koroner membawa kembali darah dari dinding jantung itu sendiri.
b.       Atrium sinistra di bagian superior kiri jantung, berukuran lebih kecil dari atrium kanan, tetapi dindingnya lebih tebal. Menampung empat vena pulmonalis yang mengembalikan darah teroksigenasi dri paru-paru.
c.     Atrium kanan
-Berdinding tipis
-Fungsi: menampung darah dari sirkulasi sistematik untuk dialihkan ke ventrikel kanan dan selanjunya ke paru-paru

-80%darah dari atrium kanan mengalir secara pasif ke ventrikel kanan dan sisanya yang 20% mengalir akibat kontraksi dari atrium kanan.
       d.     Atrium kiri
-Menerima darah yang kaya oksigen dari paru-paru melalui keempat vena pulmonalis. di antara vena pulmonalis dan atrium kiri tidak ada katup sejati sehingga perubahan tekanan dalam atrium kiri mudah mengakibatkan membaliknya aliran darah dari atrium ke pembuluh darah paru.
-          Ventrikel (dipisahkan oleh septum interventricular)
a.       Ventrikel dekstra terletak dibagian inferior kanan pada apeks jantung. Darah meningalkan ventrikel kanan melalui truncus pulmonal dan mengalir melewati jarak yang pendek ke paru-paru.
b.      Ventrikel sinistra terletak dibagian inferior kiri pada apeks jantung. Tebal dinding 3 kali tebal dinding ventrikel kanan.
c.    Ventrikal kanan
        -Dindingnya lebih tipis dibandingkan dengan ventrikel kiri.
    -Rongganya berbentuk bulan sabit untuk menghasilkan bertekanan rendah guna mengalirkan darah ke paru(sirkulasi pulmonal) melalui arteri pulmonal
 d.      Ventrikel kiri
         -Mempunyai otot yang tebal dan rongga berbentuk O
    -Kontraksi dari ventrikel kiri menghasilkan tahanan sirkulasi sistematik dan mempertahankan aliran darah ke jaringan perifer.

  Pelapis Jantung
-   Pericardium adalah kantong berdinding ganda yang dapat membesar dan mengecil, membungkus jantung dan pembuluh darah besar. Kantong ini melekat pada diafragma, sternum, vertebra dan pleura yang membungkus paru.
- Terdiri atas lapisan fibrosa dan serosa. Lapisan fibrosa tersusun dari serabut kolagen yang membentuk lapisan jaringan ikat rapat untuk melindungi jantung. Lapisan Serosa terdirir atas Visceral (epicardium) menutup permukaan jantung, dan parietal melapisi bagian dalam Fibrosa pericardium.
-   Cavitas Pericardium adalah ruang potensial antara membrane visceral dan parietal. Mengandung cairan pericardial yang disekresi lapisan Serosa untuk melumasi membrane dan mengurangi friksi.

  Dinding Jantung
Dinding Jantung Jantung sendiri mempunyai tiga lapisan, yang terdiri dari :
a. Lapisan terluar / Epikardium : Epicardium tersusun atas lapisan sel-sel mesotelial yang berada diatas jaringan ikat.
b. Lapisan tengah / lapisan otot / miokardium : Miokardium terdiri dari jaringan otot jantung yang berkontraksi untuk memompa darah.
- Ketebalan miokard bervariasi dari satu ruang jantung ke ruang yang lainnya.
- Serabut otot yang tersusun dalam berkas-berkas spiral melapisi ruang jantung.
c. Lapisan terdalam / lapisan endotel / endokardium : endokardium tersusun dari lapisan endothelial yang terletak diatas jaringan ikat. Lapisan ini melapisi jantung, katup, dan menyambung dengan lapisan endothelial yang melapisi pembuluh darah yang memasuki dan meninggalkan jantung.

http://1.bp.blogspot.com/-QpZOitRgNME/T8yln8E1EEI/AAAAAAAAAFY/ODBz6ULYadw/s400/anatomi_jantung.jpg

Gambar : penampang jantung manusia

  Katup Jantung
a.      Katup Tricuspid :
         Terletak antara atrium dekstra dan Ventrikel dekstra. Memiliki 3 daun katup (kuspis) jaringan ikat fibrosa irregular yang dilapisi endokardium. Bagian ujung daun katup yang mengerucut melekat pada chorda tendinae, yang malekat pada Otot papilaris. Chorda tendinae mencegah pembalikan daun katup ke arah belakang menuju atrium. Jika tekanan darah pada atrium dekstra lebih besar daripada tekanan arah atrium sinistra, daun katup tricuspid terbuka dan darah mengalir dari atrium dekstra ke ventrikeldekstra.
Jika tekanan darah dalam ventrikel dekstra lebih besar dari tekanan darah di atrium dekstra, daun katup akan menutup dan mencegah aliran balik ke dalam atrium dekstra.
b.      Katup Bicuspid (mitral) :
         Terletak antara atrium sinistra dan ventrikel sinistra. Katup ini melekat pada Chorda tendinae dan otot papilaris, fungsinya sama dengan fungsi katup tricuspid.
c.       Semilunar aorta dan pulmonal
         Terletak di jalur keluar ventricular jantung sampai ke aorta dan truncus pulmonalis.
-          Katup semilunar pulmonary terletak antara ventrikel dekstra dan truncus pulmonal
-          Katup semilunar aorta terletak antara ventrikel sinistra dan aorta.

·        Aliran Darah Dalam Sistem Sirkulasi di Tubuh Manusia
Pada orang dewasa jumlah volume darah yang mengalir di dalam system sirkulasi mencapai 5-6 liter (4,7-5,7 liter) darah terus berputar mengalir di dalam system sirkulasi sistematik dan paru-paru tanpa henti. Untuk menjelaskan alur aliran darah, kita dapat memulai dari system sirkulasi sitematik kemudian system sirkulasi pulmoner.
a.     System sirkulasi sistematik
System sirkulasi sistematik dimulai ketika darah bersih (darah yang mengandung banyak oksigen yang berasal dari paru) dipompa keluar oleh jantung melalui bilik (ventrikel) kiri. Ke pembuluh darah aorta lalu ke seluruh bagian tubuh melalui arteri-arteri hingga mencapai pembuluh darah yang diameternya paling kecil yang dinamakan kapilaria.
Kapilaria melakukan gerakan kontraksi dan relaksasi secara bergantian yang disebut dengan vasomotion.sehingga darah di dalamnya mengalir secara terputus-putus (intermiten). Vasomotion terjadi secara eriodic dengan interval 15 detik – 3 menit sekali. Darah mengalir secara sangat lambat didalam kapilaria dengan kecepatan rata-rata 0,7 mm/detik. Dengan aliran yang lambat ini memungkinkan terjadinya pertukaran zat melalui dinding kapilaria. Pertukaran zat ini terjadi melalui proses divusi, pinositosis, dan transport vasikuler serta filttrasi reabsorbsi. Ujung kapilaria membawa darah bersih dinamakan arteriola sedangkan ujung kapilaria yang membawa darah kotor dinamakan venule, terdapat hubungan antara areteriola dan vertiola melalui ‘capilary bed’ yang berbentuk seperti anyaman, ada juga hubungan langsung (bypass) dari arteriole ke venule melalui arteria-vena anastomose (A-V Anastomosis)’.  (lihat gambar 2 di bawah). Darah dari arteriole mengalir ke dalam venule kemudian melalui pembuluh darah balik (vena terbesar yang menuju jantung kanan yaitu vena cava inferior dan vena cava superior) kembali ke jantung kanan (serambi atau atrium kanan). Darah dari atrium kanan memasuki ventrikel kanan melalui katub trikuspidalis (katub berdaun 3).


http://1.bp.blogspot.com/-i15XNzcrhf4/T8ynSPJe4HI/AAAAAAAAAFw/I5cUnMVbIbo/s400/kapilaria.gif

Gambar : hubungan arteriole dan ventriole

·      Sirkulasi sistemik dapat dibagi menjadi lima :
a. Arteri
Dinding aorta dan arteri besar mengandung banyak jaringan elastis dan sebagian otot polos. Jaringan arteria ini terisi sekitar 15% dari volume total darah. Karena itu sistem arteria dianggap sebagai sirkuit yang rendah volumenya tetapi tinggi tekanannya. Karena sifat dan tekanan ini maka cabang-cabang arteri disebut sirkuit resistensi.
b. Arteriola
Dinding arteriola terdiri dari otot polos dengan sedikit serabut elastis yang sangat peka dan dapat berdilatasi atau berkontraksi untuk mengatur aliran darah ke jaringan kapiler. Arteriola menjadi tempat resistensi utama aliran darah dari seluruh percabangan arteria. Akibatnya tekanan pada kapiler akan turun mendadak dan aliran berubah dari berdenyut menjadi aliran tenang, sehingga memudahkan pertukaran nutrient pada tingkat kapiler. Pada persambungan antara arteriola dan kapiler terdapat sfingter prekapiler yang berada di bawah pengaturan fisiologis yang cukup rumit.
c. Kapiler
Dinding pembuluh kapiler sangat tipis, terdiri dari satu lapis sel endotel. Melalui membran yang tipis dan semipermeabel inilah nutrisi dan metabolis berdifusi dari daerah yang konsentrasinya tinggi ke konsentrasinya rendah.
d. Venula
Venula berfungsi sebagai saluran pengumpul dengan dinding otot yang relative lemah namun peka. Pada pertemuan antara kapiler dan venula terdapat sfingter postkapiler.

e. Vena
Vena adalah saluran yang berdinding relative tipis dan berfungsi menyalurkan darah dari jaringan kapiler melalui sistem vena, masuk ke atrium kanan. Pembuluh vena dapat menampung darah dalam jumlah banyak dengan tekanan relatif rendah. Karena sifat aliran vena yang bertekanan rendah-bervolume tinggi, maka sistem vena disebut sistem kapasitas.. kira-kira 65% dari volume darah terdapat dalam sistem vena.

b.System sirkulasi paru (pulmoner)

System sirkulasi paru dimulai ketika darah kotor (darah yang tidak mengandung oksigen (O2) tetapi mengandung banyak CO2, yang berasal dari vena cava inferior dan cava superior) mengalir meninggalkan jantung kanan (ventrikel/bilik kanan) melalui arteri pulmonalis menuju paru-paru (paru kanan dan kiri). Kecepatan aliran darah didalam arteri pulmonalis sebesar 18 cm /detik, kecepatan in ilebih lambat dari aliran darah di dalam aorta. Di dalam paru kiri dan kanan, darah mengalir dari kapilaria paru-paru di mana terjadi pertukaran zat dan cairan melalui proses filtrasi dan reabsorbsi dan difusi. Di kapilaria paru-paru terjadi pertukaran gas O2 dan CO2 sehingga menghasilkan darah bersih (darah yang mengandung banyak oksigen). Darah bersih selanjutnya keluar dari paru melalui vena pulmonalis (vena pulmonalis kanan dan kiri) memasuki jantung kiri (atrium/serambi kiri). Kecepatan aliran darah di dalam kapilaria paru-paru sangat lambat, setelah mencapai vena pulmonalis, kecepatan aliran darah bertambah kembali. Seperti halnya Aorta, Arteri pulmonalis hingga kapilaria juga mengalami pulsasi (berdenyut).
Selanjutnya, darah mengalir dari atrium kiri melalui katup mitral (katup berdaun 2) memasuki ventrikel kiri lalu keluar jantung melalui aorta, maka di mulailah system sirkulasi sistemik (umum), dan seterusnya secara berkesinambungan.
Jadi secara ringkas aliran darah dalam system sirkulasi darah manusia sebagai berikut :
1.      System sirkulasi sistemik
jantung (bilik/ventrikel kiri) à aorta à arterià arteriole à kapillari bed atau A-V anastomose à venule à vena à vena cava (vena cava inferior dan vena cava superior) à jantung ( natrium/serambi kanan).
2.      System sirkulasi pulmoner
jantung (bilik/ventrikel kanan) à arteri pulmonalis à paru à kapilaria paru à vena pulmonalis à jantung (atrium/serambi kiri).




1.    Pembuluh darah
Pembuluh darah yang berfungsi sebagai saluran untuk mendistribusikan darah dari jantung ke semua bagian tubuh dan mengembalikannya kembali ke jantung. Ada 3 macam pembuluh darah yaitu: arteri, vena, dan kapiler (yang merupakan pembuluh darah halus).
-          Pembuluh nadi (arteri) : pembuluh darah yang keluar dari jantung, dan membawa darah ke organ tubuh, dan kembali lagi ke jantung.Normal  pada orang dewasa,kondisi istirahat:60-80x/menit.
 Ciri-ciri pembuluh nadi yaitu :
    Tempat Agak ke dalam
    Dinding Pembuluh Tebal, kuat, dan elastis
    Aliran darah Berasal dari jantung
    Denyut terasa
    Katup Hanya disatu tempat dekat jantung
    Bila ada luka Darah memancar keluar

Faktor-Faktor yang mempengaruhi denyut nadi  :
v Posisi : Lebih cepat jika berdiri dibanding berbaring
v Umur : Anak lebih cepat daripada dewasa
v Jenis kelamin : Pria lebih cepat daripada wanita
v Excercise
v Emosi
v Kesehatan
v Berat badan

-          Pembuluh balik (vena) : pembuluh darah yang membawa darah dari jantung, ke organ tubuh, dan kembali lagi ke jantung.

Ciri-ciri pembuluh balik (vena) yaitu :
o       Dinding Pembuluh Tipis, tidak elastis
o       Dekat dengan permukaan tubuh (tipis kebiru-biruan)
o       Aliran darah Menuju jantung
o       Denyut tidak terasa
o       Katup Disepanjang pembuluh
o       Bila ada luka Darah Tidak memancar

-         Pembuluh rambut (kapiler) :
           pembuluh darah halus yang berfungsi sebagai :
o   Alat penghubung arteri dan vena;
o   Tempat pertukaran zat;
o   Mengambil hasil kelenjar;
o   Menyerap zat nutrisi di usus


Pembuluh darah pada janin :
-Pada minggu ke 12 -16 pembuluh darah pada janin sudah terlihat dengan jelas pada kulit janin yang tipis.
-Usia 1 bulan jantung berfungsi dan berdetak, memompakan darah ke seluruh bagian tubuh.

http://3.bp.blogspot.com/-ZZBO6qY2tiM/T8ymIhK5mbI/AAAAAAAAAFg/L1hAmo36r-I/s400/hal5.jpg

Gambar : Penampang vena dan arteri



B.   Sifat Pembuluh Darah
Pembuluh darah dapat di ibaratkan sebagai selang yang bersifat elastis, yaitu diameternya dapat membesar atau mengecil. Sifat elastis ini sangat bermanfaat untuk mempertahankan tekanan darah yang stabil. Pada keadaan normal, apabila tekanan di dalam pembuluh darah meningkat, maka diameter pembuluh darah akan melebar sebagai bentuk adaptasi untuk menurunkan tekanan yang berlebih agar menjadi normal. Sebaliknya diameter pembuluh darah akan mengecil bila tekanan darah turun. Bila pembuluh darah mengalami kekakuan maka ia menjadi kurang fleksibel sehingga tidak dapat melakukan antisipasi terhadap kenaikan atau penurunan tekanan darah.
Elastisitas pembuluh darah tidak tetap, pembuluh darah akan menjadi kaku seiring bertambahnya usia ( misalkan oleh karena terjadi pengapuran pada didindingnya ) oleh karena itu tekanan darah pada orang lanjut usia cenderung sedikit lebih tinggi daripada orang muda. Penyebab lain dari kekakuan pembuluh darah adalah karena adanya tumpukan kolesterol pada dinding sebelah dalam pembuluh darah, kolesterol juga menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Pembuluh darah yang kaku akan menyebabkan hipertensi ( penyakit darah tinggi), walau sebenarnya tidak semua penyakit darah tinggi disebabkan karena kekakuan pembuluh darah. Apabila pembuluh darah menjadi kaku dan di sertai penyempitan pada sebagian besar pembuluh darah dalam tubuh seseorang, maka tekanan darahnya dapat menjadi sangat tinggi (hipertensi berat).
Untuk menjadi agar elastisitas pembuluh darah tetap baik sehingga kita tidak muda terkena penyakit tekana darah tinggi, salah satu cara terbaik adalah dengan melakukan olah raga (exercise) secara teratur . dengan melakukan olah raga secara teratur, akan melatih jantung dan pembuluh darah tetap terjaga kelenturannya.
  Penggolongan Pembuluh Darah

Berdasarkan ukuran dan fungsinya, pembuluh darah dapat digolongkan sebagai berikut :
a.      Windkessel vessels ( compression chamber ) : pembuluh darah yang sangat besar, misal : aorta dan arteri besar lainnya. Pembuluh ini sangat elastis dan menyimpan energy potensial yang dirubah menjadi energy genetic.
b.      Resistance vessels : diameter agar kecil, memiliki system pengaturan yang sangat efisien dan diatur pula oleh system saraf otonom.
c.       Exchange vessels : pembuluh darah kapiler ( kapilaria ). Pembuluh terkecil, dindingnya terdiri dari satu lapisan sel. Disini terjadi pertukaran air dan zat-zat di dalamnya antara darah dengan cairan tubuh lainnya ( cairan intestitiil ).
d.      Capacity vessels : pembuluh – pembuluh darah balik ( vena dan venuli ). Dapat menampung darah dalam jumlah banyak.
e.      Shunt vessels : aliran darah yang tidak melalui pembuluh kapiler akan melewati shunt ini, tidak turun dalam pertukaran cairan dan zat – zat., diatur oleh system saraf otonom dan hanya terdapat dibeberapa tempat, misalnya : kulit. Gunanya agar darah lebih muda mengeluarkan panas keluar tuba/permukaan.


A. KESIMPULAN :
       a. Sirkulasi peredaran Janin
       Peredaran darah janin berbeda dengan orang dewasa,hal ini dikarenakan, pada janin organ vital untuk metabolisme masih belum berfungsi. Organ tersebut adalah paru janin dan alat gastrointestinal yang seluruhnya diganti oleh plasenta.Dalam sirkulasi darah janin ini diperlukan beberapa faktor untuk berlansungnya sirkulasi darah pada janin diantaranya adalah:fadlie.web.id
  • foramen ovale
  • duktus arteriosus bothalii
  • duktus venousus aranthii
  • vena umbilikalis
  • arteri umbilikalis dan plasenta
Jalur peredaran darah janin dapat digambarkan sebagai berikut :
Plasenta – vena umbilicalis -hati – ductus venosus /vena hepatica – vena cava inferior – atrium kanan – foramen oval – Atrium kiri – ventrikel kiri – aorta – kepala, tangan/ abdomen, thorax, kaki – arteri umbilicalis – plasenta.Ini aliran darah yg kaya dengan nutrisi dan oksigen yang berasal dari sirkulasi darah ibu, namun setelah janin lahir sirkulasi darah janin akan berubaha pada saat bayi lahir dan menangis,hal ini akan dapat memberikan perubahan pada organ paru dimana paru-paru mulai berkembang dan aliran darah akan berubah pada sirkulsi darah seperti orang dewasa. fadlie.web.id
b.    Sirkulasi darah jantung Orang dewasa dan pembuluh darah
Ø Aliran darah ke seluruh tubuh dapat berjalan berkat adanya pemompa utama yaitu jantung dan sistem pembuluh darah sebagai alat pengalir atau distribusi.
Ø Ruang jantung
Ø Atrium (dipisahkan oleh septum intratrial) :
a.     Atrium dekstra
b.     Atrium sinistra
c.      Atrium kanan
d.     Atrium kiri
 Ø Ventrikel (dipisahkan oleh septum interventrikular) :
a.     Ventrikel dekstra
b.     Ventrikel sinistra
c.      Ventrikel kanan
d.     Ventrikel kiri
Ø Pelapis jantung
Ø Dinding jantung
Ø Katub jantung

v Sistem sirkulasi Darah Manusia sebagai berikut :
1.      System sirkulasi sistemik
jantung (bilik/ventrikel kiri) à aorta à arterià arteriole à kapillari bed atau A-V anastomose à venule à vena à vena cava (vena cava inferior dan vena cava superior) à jantung ( atrium/serambi kanan).
2.      System sirkulasi pulmoner
jantung (bilik/ventrikel kanan) à arteri pulmonalis à paru à kapilaria paru à vena pulmonalis à jantung (atrium/serambi kiri).

B.  SARAN :
Makalah ini semoga berguna bagi pembaca,khususnya mahasiswa. Namun, alangkah baiknya jika pembaca tidak puas dengan materi yang kami buat dan bisa memahami materi tentang sirkulasi dan pembuluh darah.
C.   Dastar pustaka :
Manuaba I.BG.2007.Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Fadlie. 2011. Proses Sirkulasi darah Janin. Pontianak : http://www.fadlie.web.id/?p=2294 Dibuka Tanggal 22/02/2011 Pukul: 2:07 PM
Prawirohardjo, Sarwono.2005. Ilmu Kebidanan.Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Varney, Helen dkk.2007. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta: EGC



No comments:

Post a Comment